Langsung ke konten utama

Pengalaman Chatting Sama Foreigners (Bule) #1

Sebenernya ini bukan pengalaman pertama kali saya ngobrol sama bule (orang luar negeri) lewat situs chatting, tapi saya mau bagi-bagi berbagai pengalaman saya ngobrol sama bule dan ini yang pertama.
Sebenernya lagi, ini no kedua cerita pengalaman ngobrol sama bule, karena yang pertama udah ada, ini dia ceritanya.


diambil dari aminoapps.com
Pertama kali saya ngobrol sama orang luar/ bule itu waktu saya tau facebook, waktu saya kelas 1 atau 2 SMA dan saya lagi seneng-senengnya dengan K-Pop. SUPER JUNIOR, SHINee, DBSK, and more!!!
Karena temen saya belum ketularan virusnya akhirnya saya cari temen dari luar negeri lewat fandom group yang saya like atau saya gabungi (?) buat yaaaah... cuma fan-girling idol groups yang lagi comeback sih atau bahas variety shows yang ada idol favorit kitanya. Haha so great old time. And I was a hardcore fan-girl! Just letting you know, haha.

diambil dari aminoapps.com

Bahasa Inggris memang selalu jadi ketertarikan saya sejak SD, tapi sebelum masuk SMA, saya cuma puas dengan belajar dan dapat nilai bagus di mata pelajaran Bahasa Inggris.
Setelah SMA saya makin greedy, pengen ngobrol sama orang yang ngomong Bahasa Inggris, meski saat itu saya tau saya gak jago amat sih.


Seperti yang tadi saya bilang, saya cari orang luar yang suka K-Pop melalui fandom. Pertama kali ngobrol lewat facebook message pasti bilang nama Korea kita, fandom apa, dan dari negara mana. Kita cuma ngobrol tentang grup kesukaan atau grup baru yang bagus dan berkhayal tentang oppa-oppa ganteng itu, dan dalam Bahasa Inggris. I kill 2 birds with one stone! Hebat kan? Hehehe
Selain fan-girling saya juga suka bahas-bahas fan-fiction, dan dari situ juga saya tau FF yadong! Wkwkwk
Oh, my innocence...!!! #lebay


Saya akui banyak banget kesulitan dalam menyampaikan apa yang mau saya omongin pake Bahasa Inggris, tapi waktu itu saya seneng kok. Bahkan saya bisa menghabiskan waktu lebih dari 6 jam ngobrol sama orang-orang dunia maya itu. Selesai ngobrol sama si A, ngobrol sama si B dan seterusnya, setiap hari kaya gitu sampe lupa belajar dan ngerjain tugas.
Lucunya dulu kita panggil satu sama lain itu dengan panggilan "oppa", "eonni", "noona", "dongsaeng", saking K-Popnya gitu. Tapi jujur saya paling seneng dipanggil "noona" hehehe.
Juga, satu kali saya ngobrol sama orang Bali pake Bahasa Inggris (karena memang gak tau), sampe akhirnya beberapa bulan kemudian saya tau kalo dia orang Indonesia juga, lewat FF yang dia tulis di blog, and we were like: "Eonni orang Indonesia? OMG!" dengan lebaynya.


Percakapan sama orang luar tentang K-Pop berakhir waktu saya masuk kuliah. Gak tau kenapa juga sih. Mungkin karena waktu itu saya terlalu sibuk sama ospek universitas, ospek fakultas, ospek jurusan, belom lagi menyesuaikan diri sama lingkungan kuliah, dan sibuk nambah temen juga.
Sebenernya masih banyak yang mau saya ceritakan tentang ngobrol sana orang bule versi saya waktu SMA, tapi yah kurang lebih selama 2-3 tahun saya cuma gitu aja. Oh iya, saya pernah jadi admin salah satu grup Fandom K-Pop lho! Senengnya gak ketulungan waktu itu. Hehehe #throwback #rememberingoldtimes


Annyeong!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Yagami Ramen House di Simpang Dago Bandung

Terletak di simpang Dago Bandung, Yagami Ramen House ini ternyata lumayan terkenal dan banyak pengunjungnya. Saya baru tau setelah beberapa kali datang ke tempatnya lho! Jamnya banyak pengunjung datang itu sekitar jam 4 sore sampai malem, jadi kalo mau makan di Yagami Ramen House datengnya agak siangan, biar santai pilih kursi buat makan. Menu makanan disini lumayan banyak dan rasanyaaaa... kamu coba sendiri deh! Hehe Harga yang ditawarkan oleh Yagami Ramen House bervariasi, dimulai dari sekitar Rp. 10.000 sampai Rp. 45.000 yang belum termasuk pajak 10%. Lumayan murah lah untuk kantong mahasiswa diawal bulan. Haha Ini adalah menu ramen dengan berbagai pilihan topping yang bisa kamu pilih Ini adalah menu nasi yang disedakan oleh Yagami Ramen House Untuk tempatnya, Yagami Ramen House memberikan tiga suasana berbeda, ada tempat yang khusus buat grup, ada juga tempat yang khusus buat orang dateng sendirian (yang kursi dan mejanya kaya bar itu), ada juga tempat yang khus...

"An Important Point About Raising Children"

So, I really really like surfing internet and use social media real often. One day I found an instagram account with username annah_hariri , she posted a photo but I forgot what it was. The interesting one was what she wrote as its caption, though she also took it from al-Qawl al-Mufeed 'Alaa kitaab al-Tawheed 2/423. Thus, I want to share it with you all, in hoping it could help us all to raise our children to be a great child. Ps: For those who don't understand English, I will do my best to translate it. Saya akan coba terjemahkan posting ini ke bahasa Indonesia. Taken from: http://raisingchildren.net.au/ "An Important Point About Raising Children" By al-'allaamah Muhammad ibn Saalih al-'Uthaymeen (الله رحمه): "Children should be taught rulings with their evidences. Eg: If you want to say to your child: 'mention the name of Allaah upon eating and praise Allaah when you've finished,' if you say that, then you have achieved you...

First Words

Ini postingan pertama saya di sini. Udah berapa kali ya nulis gitu tiap bikin blog? Iya, ini bukan blog pertama yang saya buat, udah ada 3 blog lain yang saya biarin gitu aja, ga keurus, dan dijual ga laku-laku. :( Jadi kenapa saya memutuskan untuk membuat blog baru dan yang lama dibiarin aja, dianggurin? Jreeeeng..... Hari ini adalah hari pertama saya nulis lagi di blog setelah setahun lebih ( terus hubungannya apa?) , jadi tadi kebetulan iseng pengen baca blog lama dan tulisannya aneh-aneh gitu, tulisan ala anak yang baru dewasa, yang baru lulus umur 17. Haha :p Nah, setelah baca blog lama tea saya jadi baper, jadi kangen nulis, saya baru sadar kalo nulis itu seru banget dan saya dengan teganya udah ninggalin nulis. :"( Tulisan di blog lama bukannya ga bagus, cuma aneh aja kalo dalam satu blog bahasanya ada yang pake gue-elu, ada yang pake aku-kamu, atau saya-anda. Jadinya kan kayak nggak konsisten, gara-gara itu lah blog ini jadi. :D Berhubung ini tulisan pertama say...